![]() |
Karen (Kiri) |
Jakarta, Pilarke7 -- Direktur utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengajukan pengundurkan diri jabatannya pada Menteri BUMN Dahlan Iskan . Disebutkan Dahlan, alasan pengunduran diri tersebut, karena Karen ingin mengajar di Harvard, Amerika Serikat.
Ekonom Faisal Basri menilai keputusan yang diambil oleh Karen, tidak wajar. Sebab, alasan mengajar dianggap tidak logis, bahkan menurutnya, ada sesuatu yang membuat Karen tidak betah memimpin perusahaan plat merah tersebut.
"Saya enggak tahu sama sekali berdasar informasi dari anda agak ganjil kalau alasannya ngajar. Jadi ada sesuatu yang terjadi yang dia enggak tahan lagi," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Senin (18/8).
Tetapi menurut dia, jika pengunduran diri tersebut dihubungkan karena perseteruan Pertamina dan PLN , itupun sangat tidak mungkin. Karena, kedua perusahaan BUMN tersebut sangat besar memberikan kontribusi terhadap negara. "Pelaku-pelaku aditif itu lebih ngeri lagi. Kenapa Pertamina masuk 500 terbaik, itu kan karena salesnya naik. Karena apa? karena penjualan BBM subsidi," katanya.
Dia menganggap wajar jika PLN marah karena harus membeli bahan bakar dari Pertamina . Sebab, harga jual Pertamina lebih mahal dibanding membeli langsung ke luar negeri. Penyebab harga jual BBM mahal, karena Pertamina tidak memproduksi sendiri melainkan impor.
"Kalau PLN harusnya beli dari luar negeri. Kenapa dia enggak boleh beli langsung? Pertamina juga beli. Karena apa karena ketahuan mahalnya harga beli dari Pertamina . Kecuali kalau PLN beli dari produksinya Pertamina . Makanya PLN marah, jadi berantem. Pertamina maunya 7 atau 9 dari MOPS," katanya. (nv/merdeka).
Comments
Post a Comment
Kirimkan Komentar Kritikan dan Saran Anda.